Guru dan kekerasan berujung kantor POLiSI

Duh udah lama ngga nge blog, nge blog ah ..:D

Ini satu kasus di dunia pendidikan yang saya tonton di televisi tiap hari, mengenai masalah guru dan kekerasan di lingkungan sekolah. pada dasarnya saya setuju banget GURU adalah pendidik sehingga karakter dan sikap harus menjadi contoh dan suri tauladan bagi siswa-nya.

Ada sebuah kasus di salah satu sekolah SMK  lupa lage tempatnya :)pokonya di berita  TV ada lah. seorang guru menempeleng siswanya kurang lebih 14 orang. dan itu di rekam ke dalam HP, bagi gw yang hidup di sekolah angkatan lama wah kasus guru nempeleng siswa sih udah makanan sehari2 dulu😀 maklum gw bukan orang yang terlalu baik :)) namun ga pernah kasusnya separah sekarang sampe-sampe di laporkan ke POLISI.

Jaman Sekarang guru nempeleng siswa dapat di laporkan ke kepolisian , dan berakibat guru tersebut di tahan oleh Kepolisian😀 wah … wah … wah … wah … waspada saja kepada semua guru yang suka nempeleng.

makanya jadi GURU sekarang semakin tersiksa

1. Guru gajinya kecil

Contoh : Suatu sekolah gaji perjam = 10 rb artinya per jam murni = 10 / 4 minggu = Rp2500 / Jam

Jika guru mengajar sehari 8 Jam sehari dan megajar 5 hari , maka gaji guru tersebut adalah 8 jm x 10rb x 5 hr = Rp. 400.000 per bulan – bukan per minggu😀 beda sama dosen.

Makanya Gaji guru itu kecil, kerja 5 Hari x 4 miggu hanya mendapat kan gaji Rp. 400 rb , ga layak banget

2. Resiko Mengajar

udah gaji kecil, resiko mengajar tinggi, dengan kekerasan tadi, niat guru menampar karena sayang dan ingin anak itu sadar, eh malah ke polisi😀 APESSSSSSS…..:D

3. Menghadapi prilaku siswa yang sangat parah ( menghawatirkan )

Prilaku siswa di kota sekarang semakin parah beda dengan jaman angkatan 2000 ke bawah

namun ada hal yg menarik,

1. Guru menempeleng mungkin ada alasan  ( teu ujug-ujung nga gaplok ), misal guru tersebut sudah kesal karena prilaku siswa yang kuranag baik, karena peringatan 1,2,3 sudah tidak di hiraukan.

2. Tidak ada untung-nya bagi guru jika guru itu menempeleng siswa. kecuali ada aturan bahwa “jika seorang guru menempeleng siswa mendapatkan uang Rp. 50.000 per siswa yg di tempeleng” pasti akan banyak guru yang menempeleng siswa  dan saya jamin ga akan ada aturan seperti itu🙂

3. Peran Orang tua, saya perhatikan peran orang tua memang kritis pada suatu masalah, namun tidak sadar pada kewajiban. Contoh :

Sekolah adalah sebagai sarana belajar, siswa di sekolah hanya menggunakan waktu 1/4 dari 1 hari, dan 3/4 lagi adalah di luar sekolah. pihak orang tua harusnya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk membina anaknya agar lebih baik, dan pihak orang tua harusnya melakukan kunjungan rutin 1 bln 1x untuk melihat perkembangan anaknya di sekolah. Namun kebanyakan orang tua sangat mempercayakan semuanya ke anaknya seingga BABLAS ANGINE. di rumah anak berangkat eh ternyata anak nya nyasar di SMK PS-3 ( Suka Main Kegiatan Play Station 3).

Jadi pihak orang tua jangan menyekolahkan anak seperti ke penitipan anak. Sekolah itu tidak sempurna, Guru tidak sempurna, Sistem Sekolah Tidak sempurna, sehingga perlu ada kerjasama yg baik antara sekolah dan orang tua.

Kembali ke kasus kekerasan yang di lakukan oleh guru, saya sangat setuju jangan ada kekerasan di lingkungan pendidikan, namun kadang ada beberapa guru akan berfikir, misal ada anak yang bermasalah / kasus

“ah daripada saya kena kasus ke polisi karena ngurus anak ini kemudian saya tampar dia ah ya udah peringatan biasa saja ga usah neko2 bodo amat , toh dia bukan anak saya ” sehingga hukuman yang di dapat anak biasa saja dan tidak akan jera. Karena kadang seorang guru perlu memberikan Shok Terapi Kepada anak agar anak itu bisa berfikir.

Sehinga mari kita luruskan konsep mengajar, konsep hukuman yang baik untuk membina anak kita menjadi lebihbaik, karena jujur saja Mental anak sekarang beda dengan dulu.

Pengelaman di sekolah , siswa dan orang tua sekarang aneh-aneh, mungkin dengan semakin terbukanya media yang mempengaruhi budaya, salahsatunya TV

kasusnya :

1. ada siswa yang ke sekolah rambutnya araraneh

2. ada siswi yang ke sekolah sekarang pakeannya serba nyetrit aliat ketat bertangan pendek, supaya kelihatan bodynya kale

3. ada siswi yang ke sekolah pake rok mini🙂

4. rata2 siswa sekarang suka ngeroko

5. Banyak siswa yang pake celana model pinsil ( merecet )

6. Banyak siswa yang pake celana longgar ky sketers ( monoyot ciga nu kababayan) :))

7. Banyak siswa yang berprilaku sex bebas

8. Dll saking banyak nya

Yah saya berharap bisa belajar dari apa yang ada , saya ga sempurna saya perlu belajar mudah-mudahan allah memberikan saya kemudahan dalam menghadapi semua ini.

About ngengeh

Nama gw ndry

Posted on December 14, 2008, in Perjalanan Hidup. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. He..he..mampir nigh menarik juga nigh tulisan anda, bisa saya jdkan masukan sy selaku guru jg…bener bgt susah sekarang jd guru niatnya bt ngajari baik lha kok urusan sama polisi…yaa bener sekarang biarin deh mau baik yaa syukur nggak mau yaa udah…buat temen2 guru yg sabar aja yaaa

  2. waaah, ceritanya… curhatan sang guru ya ? ^_^
    segala sesuatu yg kita lakukan biasanya selalu ada yg pro dan kontra… tinggal pinter2 kitanyanya aja menyikapi ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: