jiwa yang usang

kuberdiri di dekat kubah yang menjulang ke langit yang kelam
merenung akan siapa aku sekarangkuberfikir disamping menara yang memanjang ke langit
bertanya akan kenapa aku sekarang

aku selalu berharap untuk bisa menjadi aku di hadapanmu
namun hampa adanya

kamu….
kamu … membuat aku menjadi bukan aku kembali

trimakasih wahai penyejuk hati…
kau memberi aku pelangi …

namun pelangi itu pudar dikala aku memandangnya

hari ini …

aku akan mulai berlalri dengan kakiku
tanpa ada bayangan yang slalu mengikuti

aku akan kembali mejnadi aku

hingga waktu yang menjadikan aku menjadi aku

About ngengeh

Nama gw ndry

Posted on February 17, 2008, in Puisi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: